Resume buku
“Metode Penelitian Pendidikan”
Prof. Dr. Nana Syaodih sukmadinata
I. Makna Penelitian
Penelitian adalah suatu proses pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
Penelitian diperlukan karena adanya 4 latar belakang yang diketahui sbb :
1. Karena pengetahuan, pemahaman dan kemampuan manusia sangat terbatas dibanding dengan lingkunganya yang luas. Sehingga banyak hal yang tidak diketahui , tidak dipahami dan tidak jelas dan menimbulkan banyak keraguan dan pertanyaan bagi dirinya.
2. Manusia memiliki dorongan untuk mengetahui atau curiousity. Manusia selalu bertanya , apa itu, bagaimana dan mengapa. Bagi sebagian orang jawaban sederhana dan sepintas mungkin sudah memberikan kepuasan, tetapi bagi orang-orang tertentu seperti ilmuwan dibutuhkan jawaban yang lebih mendalam, rinci dan komperhensif.
3. Manusia membutuhkan penjelasan, pemecehan, dan penyelesaian untuk setiap masalah, tantangan, kesulitan dan ancaman yang dihadapinya.
4. Manusia selalu tidak merasa puas dengan segala yang diraihnya, dia akan selalu berusaha untuk lebih sempurna dan ingin menambah kekayaannya dalam berbagai bidang.
Langkah- langkah pencarian ilmiah :
1. Identifikasi masalah
2. Perumusan dan pembatasan masalah
3. Perumusan hipotesis
4. Pengumpulan data
5. Pengujian hipotesis
6. Penarikan kesimpulan
Jenis penelitian berdasarakan tujuannya :
1. Penelitian desktiptif : untuk mendeskripsikan keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya.
2. Penelitian prediktif : untuk memprediksi atau memperkirakan apa yang akan terjadi atau berlangsung pada saat yang akan datang berdasarkan hasil analisis keadaan saat ini.
3. Penelitian improftif : untuk mempertbaiki , meningkatakan atau menyempurnakan suatu keadaan , kegiatan , atau pelaksanaan suatu program.
4. Penelitian eksplanatif : memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau variabel.
II. Ruang lingkup penelitian pendidikan
1. Komponen-komponen Proses Pendidikan
- Interaksi pendidikan : interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber-sumber pendidikan tersebut dapat berlangsung dalam situasi pergaulan (pendidikan) , pengajaran, latihan, serta bimbingan. Segi afektif yang perlu dikembangkan antara lain : nilai-nilai, sikap, minat, motivasi, disiplin diri, kebiasaan , dll.
2. Tujuan pendidikan
Sasaran dan perbuatan pendidikan selalu normatif, selalu terarah kepada yang baik. Perbuatan pendidikan selalu diarahkan kepada kemaslahatan dan kesejahteraan peserta didik dan masyarakat. Karena tujuannya positif maka proses pendidikanya juga harus selalu positif, konstruktif dan normatif.
3. Lingkungan pendidikan
Pendidikan dalam lingkungan masyarakat lebih bersifat terbuka . bahan yang dipelajati dapat mencakup seluruh aspek kehidupan, dengan sumber belajarnya yang ada di lingkunganya.
4. Pergaulan pendidikan
Proses pengembangan berlangsung secara informal, alamiah, dan mungkin juga tidak disadari, walaupn dari sisi pendidik seharusnya selalu disadari. Proses pendidikan dalam situasi pergaulan berlangsung melalui percontohan.
Landasan dan perbuatan
Landasan psikologis dalam interkasi pendidikan berinteraksi dua individu yang masing-masing memilki kemampuan dan karakteristik sendiri.sesungguhnya kedua pihak harus saling memahami dan menyesuaikan diri.
Pendidikan berlangsung dalam pergaulan secara formal ataupun nonformal. Pergaulan yang bersifat mendidik didasari oleh pemahaman landasan psikologis, perkembangan dan keanekaragaman karakteristik siswa. Pendidikan dilaksanakan dalam bentuk pengajaran, pelatihan dan bimbingan. Proses pendidikan dirancang dalam kurikulum-pembelajaran, bimbingan-konseling, dan manajemen pendidikan didasari oleh teori. Penelitian bidang pendidikan mencakup penelitian segi teoritis maupun praktis, teori dan praktik pengembangan , perencanaan dan implementasi kurikulum, pembelajaran, bimbingan dan konseling serta pengelolaan pendidikan.
III. Pendekatan dan Metode Penelitian
Konsep dan Macam-macam Metode Penelitian
Penelitian pada dasarnya merupakan suatu pencarian (inquiry) menghimpun data, mengadakan pengukuran, analisis, sintesis, membandingkan, mencari hubungan, menafsirkan hal-hal yang bersifat teka-teki.tujuannya dari rancangan penelitian adalah melalui penggunaan metode penelitian yang tepat, dirancang kegiatan yang dapat memberikan jawaban yang teliti terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian.
Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif didasari oleh filsafat positivisme yang menekankan fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Maksimalisasi desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol. Ada beberapa metode penelitian yang dapat dimasukan ke dalam penelitian kuantitatif yang bersifat noneksperimental, yaitu metode : deskriptif, survei, eksposfakto, komparatif, korelasional dan penelitian tindakan.
Penelitian Eksperimental
Penelitian eksperimental merupakan penelitian yang paling murni kuantitatif, karena semua prinsip dan kaidah-kaidah penelitian kuantitatif dapat diterapkan pada metode ini. Karena penelitian ini bersifat mengiuji, maka semua variabel yang diuji harus diukur dengan menggunakan instrumen pengukuran atau tes yang sudah distandardisasikan atau dibakukan.pembakuan instrumen dan pengolahan hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis statistik inferensial-parametik. Untuk menguji apakah perubahan yang terjadi pada variabel terikat itu akibat dari perubahan pada variabel bebas, dan bukan karena variabel-variabel lainnya, maka semua variabel dilakukan dengan menyamakan karakteristik sampel dalam variabel-variabel tersebut.
Penelitian Kualitatif
Adalah penelitia yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran irang secara individual atau kelompok. Penelitian kualitatif bertolak dari pandangan Positivisme. Penelitian kualitatif berangkat dari filsafat kostruktivisme, yang memandang kenyataan itu berdimensi jamak, interaktif dan menuntut interpretasi berdasarkan pengalaman sosial.
Metode kualitatif secara garis besar dibedakan menjadi dua macam :
1. Kualitatif interaktif
Merupakan studi yang menggunakan teknik pengumpulan data langsung dari orang dalam lingkungan alamiahnya. Peneliti menginterpretasikan fenomena-fenomena bagaimana orang mencari makna daripadanya. Para peneliti membuat suatu gambaran yang kompleks, dan menyeluruh dengan deskripsi detil dari kacamata para informan.
2. Non interaktif
Disebut juga penelitian analitis, merupakan pengkajian berdasarkan analisis dokumen. Peneliti menghimpun, mengidentifikasi, menganalisis, dan mengadakan sintesis data, untuk kemudian memberikan interpretasi terhadap konsep, kebijakan, peristiwa yang secara langsung atapun tidak langsung dapat diamati.
IV. Metode Deskriptif dan Survei
Penelitian Deskriptif
Adalah suatu bentuk penelitian yang paling dasar. Ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia. Penelitian ini mengkaji bentuk aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaanya dengan fenomena lain. Dalam penelitian deskriptif , peneliti tidak melakukan manipulasi atau memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap variabel atau merancang sesuatu yang diharapkan terjadi pada variabel, tetapi semua kegiatan, keadaan, kejadian, aspek komponen atau variabel berjalan sebagaimana adanya. Tanpa penelitian pun semua kegiatan , keadaan, kejadian, komponen variabel berjalan seperti itu.
· Penelitian Deskriptif untuk memecahkan masalah
Ada beberapa jenis informasi yang bisa diperoleh melalui penelitian deskiriptif bagi pemecah masalah :
1. Informasi tentang keadaan saat ini (present condition). Bagaimana keadaan kita sekarang? Apa yang kita lakukan? dll.
2. Informasi yang kita inginkan (what we may want ). Apa yang ingin kita capai , apa tujuan dan sasaran kita. Penelitian ini dilakukan untuk menghimpun informasi tentang tuntutan atau tantangan yang kita hadapi, kebutuhan yang dirasakan, kekurangna yang dialami, dll.
3. Bagaimana sampai kesana dan mencapainya (how to get there). Informasi yang dikumpulkan adalah pengalaman orang lain yang mengalami atau menghadapi tuntutan dan kebutuhan yang sama.
Survei
Survei digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang populasi yang besar dengan menggunakan sampel yang relatif kecil. Populasi tersebut bisa berkenaan dengan orang, instansi, lembaga, organisasi, unit-unit kemasyarakatan, dll. Tetapi sumber utamanya adalah orang.
Ada tiga karakteristik utama dalam survei :
1. Informasi dikumpulkan dari sekelompok besar orang untuk mendeskripsikan beberapa aspek atau karakteristik tertentu seperti : kemampuan, sikap, kepercayaan, pengetahuan, dan populasi.
2. Informasi dikumpulkan melalui pengajuan pertanyaan (lisan atau tulisan) dari suatu populasi
3. Informasi diperoleh dari sampel, bukan dari populasi.
Pengumpulan Data Survei
Pengumpulan data dalam survei dapat dilakukan melalui beberapa cara seperti wawancara dan pemberian angket kepada kelompok secara langsung.
Langkah-langkah survei antara lain :
1. Merumsukan tujuan umum dan khusus
2. Memilih sumber dan populasi target
3. Pemilihan teknik dan pengembangan instrumen pengumpulan data
4. Petunjuk pengisian
5. Penentuan sampel
6. Pembuatan alamat
7. Uji coba
8. Tidak lengkap dan tidak mengembalikan
9. Tindak lanjut











